Gara gara may day kemarin saat
TRIAD lagi seru-serunya manggung di GBK meninggal dengan aksi bakar diri dan
melayang seperti superman (media kebanyakan menyebutnya seperti itu), gue
teringat sondang hutagalung yang melakukan hal serupa tanpa loncat di istana
merdeka. Sebenernya ini kali kedua selama hidup gue, mengetau orang bunuh diri
dengan cara bakar diri yang di liput oleh media nasional dengan habis habisan.
Maklum, mungkin gue sendiri jarang banget baca berita (mending baca ayat tuhan
loh).
Jadi gue sedikit penasaran,
kenapa banyak orang bunuh diri padahal rasanya sakit. Coba bayangin aja kalo
digigit semut atau paling tidak, ada teman yang lagi ngerokok terus pantat lu
di nyuss pakek putung yang masih
menyala, sakit toh rasanya. Jadi jangan coba bunuh diri atau punya niatan
seperti itu.
Oh iya, meskipun mereka berdua
bakar diri atau orang orang yang bunuh diri, bagi orang yang hidup seperti kita
harus mendoakan agar mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhannya.
Okey, daripada bunuh diri atau
punya niatan bunuh diri mungkin sebaiknya kita alihkan atau pikirkan hal hal
sebagai berikut:
1.
Traveling
Mungkin untuk
kebanyakan orang hal ini dianggap tidak rasional karna memberatkan kantong.
Padahal menurut saya, traveling atau bepergian tidak terlalu banyak memangkas
uang kita kok. Intinya Cuma bagaimana kita mengaturnya saja dan nekat. Kalau
boleh pamer sedikit, saya pernah liburan bareng 6 orang berangkat ke Bali
dengan uang 300 ribu dari hasil hutang. Dari uang tersebut kami masih sempat
membeli makanan yang sedikit enakan.
Kalau dilihat
dari geografisnya, Negara Indonesia yang kita tempati ini banyak sekali tempat
menarik. Seperti Jogjakarta dengan pernak perniknya, Banyuwangi dengan kawah
ijen dengan bl
ue firenya, Bali dengan sebutan surge dunia, Lombok denga aneka
elok pantainya dll. Hidup bukan untuk bersedih loh, melainkan untuk tersenyum.![]() |
| copyright lefthandedtoons |
2.
Nikmati
Hobby yang kita jalani
Daripada mati
bunuh diri dan akhirnya tidak tahu
kelanjutan dunia, lebih baik kita menikmati hobby yang kita jalani. Kalau kita
bunuh diri, kita tidak bakal pernah tau dan mencicipi perkembangan anime H seperti
apa, game tempat kita bermain sudah seperti apa, buku baru dengan ide yang
cemerlang seperti apa, atau bahkan ada aplikasi android anti malem minggu hujan
bahkan aplikasi anti jomblo yang bisa nyari pacar secara langsung tanpa usaha
dan sebagainya. Mungkin lebih menyenangkan!
3.
Ada
orang yang butuh dan sayang sama kita
Gue masih
percaya kalo di balik batu masih ada udang. Yang tidak terlihat bukan berarti
tidak ada kan. Terkadang kita sendiri
melupakan hal hal kecil yang sebenarnya ada tapi mencoba di hilangkan dengan
ungkapan tidak ada lagi orang yang sayang
sama gue, meding gue bunuh diri. Stop berpikir hal yang negative seperti
itu. Meskipun se-jomblo-jomblonya seseorang, pasti ada yang sayang sama dia.
Orang tua, teman yang suka minta jajanin, atau pemuja rahasia mungkin.
4.
Setelah
hidup masih ada hidup lain
Coba kita
pikirkan dengan khidmat, setiap agama yang ada di seluruh dunia pasti
berpendapat seperti ini : setelah kehidupan yang kita jalani ini, ada kehidupan
lain. kita hidup menjadi manusia seperti ini sampai hati kita benar benar puas
tanpa penyesalan daripada nanti setelah meninggal terjadi yang tidak inginkan
dan menjadi penyesalan. Misalnya kalau percaya terhadap reinkarnasi, siapa yang
bakal tahu kalo nanti setelah mati di reinkarnasi menjadi cacing, atau kecoa,
atau bahkan kudis. So, nikmati semua yang ada dengan hati lapang.
![]() |
| ilustrasi perjuangan : darah Garuda |
5.
Masih
ada yang harus diperjuangkan
Ketika seorang
meninggal dunia, urusan yang ada didunia ini sudah selesai. Ibarat jika kita
mematikan handphone, kita sudah tidak bisa lagi menulis pesan buat pacar,
menonton video atau bahkan mendengarkan musik. Lalu, ketika kita bunuh diri dan
yang pasti meninggal, berarti tamatlah sudah. Jika tidak sependapat dengan
hidup berarti kita harus memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan dan
dengan tanpa penyesalan, bukan lari dari kenyataan dengan bunuh diri. Bukankah
lebih nikmat merasakan kebahagiaan ketika sudah bersakit sakitan?.




0 comments